Selasa, 17 Desember 2019

Seandainya Kera Dapat Berbicara

Awal kisah hiduplah sekumpulan kera yang damai, mereka hidup di hutan yang dipenuhi makanan. Bermain dan berkumpul bersama keluarga merupakan anugrah yang telah diberi sang pencipta, mereka berharap agar tempat yang mereka singgahi sekarang tetap subur dan hijau karena keberlangsungan hidup mereka sangat bergantung pada hutan tersebut.

Disisi lain hiduplah seklompok manusia yang serakah, kejam, dan mereka melakukan berbagai cara agar keinginanya dapat tercapai.
Mereka berencana membangun sebuah proyek tanpa memikirkan keberlangsungan alam, mereka membutuhkan tempat yang baru, luas dan belum terjamah oleh orang lain.
Tanpa pikir panjang mereka berniat menjalankan proyek tersebut di hutan yang kera singgahi, mereka berfikir jika membangun di hutan tersebut nantinya mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Mereka tahu bahwa dihutan itu dihuni oleh seklompok kera, akhirnya mereka menyusun rencana agar perataan hutan dapat dilakukan dengan cepat dan terkesan fenomena alam.

Malam itu pun tiba, manusia jahat itu beraksi membakar hutan dengan rasa tak berdosanya. Para kera ketakutan mereka lari sambil menyaksikan tempat indahnya dilahap oleh nafsu manusia, terdengar suara" bayi kera yang menjerit mencari ibunya sambil terbata bata langkahnya bayi kera itupun akhirnya mati karena reruntuhan pohon yang terbakar dan jatuh. Tidak sedikit kera yang mati atas kejadian itu, para manusia jahat merasa puas karena rencananya berhasil dilakukan dan tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kebakaran itu disengaja.

Dengan kesedihan dan kepedihan dihatinya kera itu berdoa kepada Sang Pencipta "Ya Tuhanku, balaslah mereka yang berbuat seperti ini kepada kami, bagaimana kami mempercayai mereka sebagai makhluk yang derajatnya lebih tinggi daripada kami"
Mereka para kera akhirnya bergegas mencari tempat yang baru berharap agar tidak pernah mengalami kembali kejadian yang serupa.

15 tahun telah berlalu, proyek itu pun sudah berhasil dibangun dan dijalankan mereka para manusia serakah sedang berpesta merayakan keberhasilanya. Tapi ternyata alam mulai menunjukan aktivitasnya, bencana demi bencana mulai bermunculan secara bergilir fenomena alam yang sebenarnya sudah muncul. Para manusia mulai kebingungan dan beberapa terkena dampaknya, hal ini di akibatnya karena kurangnya kepedulian manusia terhadap alam, kerusakan" yang mereka perbuat mulai menghasilkan serangan yang mengarah kepada dirinya sendiri.

" Andai saja kami bisa berbicara mungkin kami akan melarang kalian untuk melakukan kerusakan seperti membakar tempat kami ketika 15 tahun yang lalu, tapi ini takdir tuhan " ujar kera.

Pesan Cerita : Alam adalah tempat kita berteduh jadi cintailah dengan sepenuh hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seandainya Kera Dapat Berbicara

Awal kisah hiduplah sekumpulan kera yang damai, mereka hidup di hutan yang dipenuhi makanan. Bermain dan berkumpul bersama keluarga merupaka...